Senin, 30 September 2019

WAWANCARA [Intrumen Non Tes Evaluasi Pembelajaran]

             Wawancara merupakan salah satu instrumen non tes dalam evaluasi pembelajaran. Menurut Zainal Arifin (2012:158), Wawancara merupakan salah satu bentuk alat evaluasi jenis non-tes yang dilakukan melalui percakapan dan tanya jawab, baik langsung maupun tidak langsung dengan peserta didik. Pengertian wawancara langsung adalah wawancara yang dilakukan secara langsung antara pewawancara (interviewer) atau guru dengan orang yang diwawancarai (interviewee) atau peserta didik tanpa melalui perantara, sedangkan wawancara tidak langsung artinya pewawancara atau guru menanyakan sesuatu kepada peserta didik melalui perantaraan orang lain atau media. Jadi, tidak menemui langsung kepada sumbernya.

Jenis-jenis wawancara
1.         Wawancara berstruktur
a.    Wawancara berstruktur adalah wawancara yang jawabannya telah dipersiapkan terlebih dahulu, sehingga siswa tinggal mengategorikannya kepada alternative jawaban yang telah dibuat. Wawancara ini memiliki keuntungan, yaitu mudah diolah dan dianalisis untuk dibuat kesimpulan.
b.    Wawancara bebas (tak berstruktur) 
     Wawancara ini merupakan wawancara di mana jawaban tidak perlu disiapkan sehingga siswa bebas mengemukakan pendapatnya. Keuntungan wawancara ini adalah informasi yang didapat lebih padat dan lengkap.
                  c.   Wawancara bentuk kombinasi
                          Wawancara ini merupakan wawancara di mana pertanyaan-pertanyaan yang disediakan merupakan kombinasi antara pertanyaan berstruktur dengan pertanyaan tak berstruktur.
2.         Karakteristik wawancara:
a.    Memiliki format dan tujuan yang dipersiapkan lebih dulu, misal untuk memperoleh data informal maupun inkuiri formal.
b.    Wawancara dapat diadaptasikan untuk menyelidiki suatu masalah atau meneliti setiap pertimbangan berkaitan dengan keputusan tertentu.
c.    Biasanya dipandu oleh pertanyaan yang terencana.
d.   Wawancara dapat dilaksanakan secara rutin.


Semua instrumen pasti memiliki kelebihan dan kelemahan. Menurut Wiyono dan Sunarni (2009:22-23) wawancara sangat tepat untuk mengungkapkan aspek pribadi siswa, cita-cita siswa atau data lain yang diperlukan dari siswa. Kelebihan wawancara adalah dapat melakukan kontak langsung dengan siswa, sehingga dapat diperoleh hasil penilaian yang lebih lengkap dan mendalam. Kelemahannya kurang efisien, menuntut penguasaan komunikasi pendidik secara baik, dan sulit menghilangkan unsur subyektivitas. Untuk bisa memperoleh hasil wawancara yang baik, perlu dilakukan pencatatan secara baik pula.



Untuk saat ini, belum banyak pendidik yang menggunakan wawancara sebagai penilaian non tes. Jadi, apakah Anda sebagai pendidik tertarik untuk menerapkan wawancara dalam evaluasi pembelajaran?