Jenis-jenis wawancara
1.
Wawancara berstruktur
a.
Wawancara berstruktur
adalah wawancara yang
jawabannya telah dipersiapkan terlebih dahulu, sehingga siswa tinggal mengategorikannya
kepada alternative jawaban yang telah dibuat. Wawancara ini memiliki keuntungan, yaitu
mudah diolah dan dianalisis untuk dibuat kesimpulan.
b.
Wawancara bebas (tak
berstruktur)
Wawancara ini merupakan wawancara di mana jawaban tidak perlu disiapkan sehingga siswa bebas mengemukakan pendapatnya. Keuntungan wawancara ini adalah informasi yang didapat lebih padat dan lengkap.
Wawancara ini merupakan wawancara di mana jawaban tidak perlu disiapkan sehingga siswa bebas mengemukakan pendapatnya. Keuntungan wawancara ini adalah informasi yang didapat lebih padat dan lengkap.
c. Wawancara bentuk kombinasi
Wawancara ini
merupakan wawancara di mana pertanyaan-pertanyaan yang disediakan merupakan
kombinasi antara pertanyaan berstruktur dengan pertanyaan tak berstruktur.
2.
Karakteristik wawancara:
a. Memiliki
format dan tujuan yang dipersiapkan lebih dulu, misal untuk memperoleh
data informal maupun inkuiri formal.
b. Wawancara
dapat diadaptasikan untuk menyelidiki suatu masalah atau meneliti setiap
pertimbangan berkaitan dengan keputusan tertentu.
c. Biasanya
dipandu oleh pertanyaan yang terencana.
d. Wawancara
dapat dilaksanakan secara rutin.
Semua instrumen pasti memiliki kelebihan dan kelemahan. Menurut Wiyono dan Sunarni (2009:22-23) wawancara sangat tepat untuk mengungkapkan aspek pribadi siswa, cita-cita siswa atau data lain yang diperlukan dari siswa. Kelebihan wawancara adalah dapat melakukan kontak langsung dengan siswa, sehingga dapat diperoleh hasil penilaian yang lebih lengkap dan mendalam. Kelemahannya kurang efisien, menuntut penguasaan komunikasi pendidik secara baik, dan sulit menghilangkan unsur subyektivitas. Untuk bisa memperoleh hasil wawancara yang baik, perlu dilakukan pencatatan secara baik pula.
Untuk saat ini, belum banyak pendidik yang menggunakan wawancara sebagai penilaian non tes. Jadi, apakah Anda sebagai pendidik tertarik untuk menerapkan wawancara dalam evaluasi pembelajaran?

